Setelah satu atau dua tahun bekerja, banyak lulusan S1 mulai bertanya: perlu tidak sih kuliah lagi? Ada teman kantor yang sudah daftar magister, ada atasan yang menyarankan, ada juga keluarga yang menganggap gelar S2 pasti membuat gaji naik. Wajar kalau kamu jadi bimbang.
Jawabannya tidak sama untuk semua orang. Lanjut S2 bisa jadi langkah yang tepat, tapi juga bisa menghabiskan uang dan tenaga tanpa hasil yang jelas kalau waktunya kurang pas. Berikut cara menimbangnya dengan kepala dingin.
Pahami Dulu Apa yang Sebenarnya Kamu Dapat dari S2
Program magister adalah jenjang pendidikan setelah sarjana yang menekankan pendalaman satu bidang, kemampuan riset, dan cara berpikir analitis. Artinya, S2 bukan sekadar “S1 versi lebih panjang”. Kamu akan lebih banyak membaca jurnal, menulis, dan mengerjakan tesis.
Karena itu, manfaat terbesarnya biasanya terasa di pekerjaan yang memang menuntut keahlian mendalam, misalnya dosen, peneliti, analis kebijakan, atau posisi spesialis di bidang kesehatan, keuangan, dan teknik. Di banyak pekerjaan lain, pengalaman kerja dan hasil nyata justru lebih dihargai daripada gelar tambahan.
Tanda Kamu Sudah Siap Kuliah Lagi
Coba jujur pada diri sendiri. Kamu cenderung siap kalau beberapa hal ini sudah terpenuhi:
- Kamu tahu tujuan kariernya. Misalnya ingin pindah ke bagian riset, mengincar jabatan manajerial yang mensyaratkan S2, atau berencana mengajar.
- Jurusan pilihanmu nyambung dengan tujuan itu. Bukan sekadar ikut tren atau memilih yang kuliahnya paling santai.
- Kamu sudah punya pengalaman kerja yang cukup. Pengalaman membantu kamu memahami materi kuliah dan memilih topik tesis yang berguna.
- Keuangan dan waktu memungkinkan. Ada tabungan, beasiswa, atau dukungan kantor, dan jadwal kerjamu masih memberi ruang untuk belajar.
Kalau sebagian besar poin di atas masih kabur, menunda bukan berarti kalah. Justru kamu memberi waktu bagi diri sendiri untuk menemukan arah yang lebih jelas.
Kapan Sebaiknya Ditunda Dulu
Ada beberapa situasi yang membuat S2 sebaiknya tidak dijadikan prioritas sekarang. Pertama, kalau alasan utamanya adalah bingung mau kerja apa. Kuliah lagi hanya menunda kebingungan itu dua tahun, sementara biaya terus berjalan.
Kedua, kalau kamu baru saja masuk kantor baru dan masih tahap adaptasi. Tahun pertama bekerja adalah masa membangun reputasi. Membagi fokus terlalu cepat bisa membuat kinerja kurang maksimal di dua tempat sekaligus.
Ketiga, kalau biaya kuliah harus ditutup dengan utang besar tanpa gambaran jelas soal kenaikan penghasilan setelah lulus. Hitung dulu dengan realistis, termasuk biaya buku, transportasi, dan kemungkinan berkurangnya waktu lembur.
Pilihan Format Kuliah untuk Pekerja
Kabar baiknya, sekarang banyak kampus menyediakan kelas yang ramah untuk karyawan. Beberapa pilihan yang umum:
- Kelas malam atau akhir pekan. Cocok kalau jam kerjamu teratur dan kantor dekat dengan kampus.
- Kuliah jarak jauh atau campuran. Sebagian perkuliahan dilakukan daring, sehingga lebih fleksibel untuk yang sering dinas luar kota.
- Kuliah penuh waktu dengan cuti atau resign. Pilihan ini paling intens, biasanya diambil oleh penerima beasiswa penuh atau yang ingin pindah bidang sepenuhnya.
Sebelum mendaftar, pastikan program studinya terakreditasi dan tanyakan pada alumni bagaimana beban tugasnya untuk mahasiswa yang juga bekerja.
Bicarakan dengan Atasan dan Cari Dukungan Biaya
Banyak orang lupa bahwa kantor bisa jadi sekutu. Beberapa perusahaan punya program bantuan pendidikan, dengan syarat tertentu seperti ikatan dinas beberapa tahun setelah lulus. Tanyakan ke bagian personalia dan baca aturannya dengan teliti sebelum menandatangani apa pun.
Selain itu, ada beasiswa dari pemerintah, kampus, maupun lembaga lain. Mulai cari informasinya jauh hari, karena persiapan seperti tes bahasa, surat rekomendasi, dan esai biasanya butuh waktu beberapa bulan.
Membicarakan rencana kuliah dengan atasan juga membantu soal jadwal. Atasan yang tahu kamu sedang kuliah biasanya lebih mudah diajak mengatur tenggat kerja saat masa ujian atau penyusunan tesis.
Langkah Kecil Sebelum Memutuskan
Kalau masih ragu, coba lakukan hal-hal ini selama beberapa bulan ke depan:
- Ngobrol dengan dua atau tiga orang yang sudah lulus S2 di bidang yang kamu incar, tanyakan apa yang berubah di karier mereka.
- Lihat lowongan untuk posisi impianmu, cek apakah S2 benar-benar syarat atau hanya nilai tambah.
- Ikut kursus singkat atau kelas umum di bidang itu untuk menguji apakah kamu betah mempelajarinya lebih dalam.
- Susun anggaran kasar untuk dua tahun kuliah dan bandingkan dengan tabunganmu.
Lanjut S2 itu investasi besar, baik uang, waktu, maupun energi. Keputusan yang paling baik biasanya lahir dari tujuan yang jelas, bukan dari rasa takut tertinggal teman. Kalau tujuanmu sudah terang dan kondisinya mendukung, kuliah sambil bekerja bisa menjadi langkah yang sangat berharga untuk kariermu.